Cart (0) Close

No products in the cart.

Home Alipay Bidik Rp 518 T, IPO Ant Group Jadi Terbesar di Dunia!

Bidik Rp 518 T, IPO Ant Group Jadi Terbesar di Dunia!

Ant Group milik miliarder Jack Ma akan mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) di pasar saham China dan membidik dana segar US$ 35 miliar atau Rp 518 triliun (kurs Rp 14.800/US$.

Nilai tersebut akan mencatatkan rekor penawaran perdana atau IPO tertinggi di dunia, mengalahkan rekor IPO yang dicatatkan Saudi Aramco senilai US$ 29 miliar atau Rp 429 triliun.

Peningkatan target dana IPO itu disebutkan lantaran mempertimbangkan minat investor awal, sebagaimana dikutip Bloomberg, Selasa (22/9/2020).

Target baru dana IPO perusahaan afiliasi Alibaba ini berdasarkan valuasi yang dinaikkan menjadi sebesar US$ 250 miliar atau Rp 3.700 triliun, direvisi dari perkiraan sebelumnya sebesar US$ 225 miliar sehingga dana IPO yang bisa diraih mencapai sekitar US$ 30 miliar.

Bloomberg

IPO paralel dari perusahaan pembayaran digital induk Alipay di Bursa Hong Kong dan Bursa Shanghai ini akan menandai rekor IPO terbesar dunia milik Saudi Aramco.

Setelah regulator Bursa Shanghai sudah memeriksa kelengkapan data transaksi Ant dengan Alibaba, dan alasan mengecualikan raksasa ritel itu sebagai pemegang saham biasa, maka grup fintech asal China tersebut akhirnya mengantongi persetujuan IPO pada pekan lalu untuk listing di Bursa Shanghai.

Perusahaan yang berbasis di Hangzhou ini pun berharap bisa menyelesaikan ‘rintangan’ berikutnya terkait dengan penyelesaian dokumen IPO di Bursa Hong Kong pada Kamis pekan ini, kata Bloomberg.

Jack Ma

IPO-nya diharapkan berlangsung pada Oktober mendatang, menurut Wall Street Journal.

Ant dikenal sebagai perusahaan di balik dompet ponsel Alipay, yang bersama-sama dengan WeChat Pay milik Tencent telah menjadi alternatif yang sangat populer bagi masyarakat di China untuk mendapatkan uang tunai.

Beberapa sumber di pasar juga menyebutkan, Ant Group sudah menunjuk China International Capital Corp, Citigroup Inc., JPMorgan Chase & Co. dan Morgan Stanley untuk membantu penawaran umum di Hong Kong.

Sebagai informasi, BUMN minyak asal Arab Saudi, Saudi Aramco meraup dana US$ 25,6 miliar melalui penawaran umum saham perdana pada 11 Desember 2019 di Bursa Tadawul, Saudi.

Ditambah dengan saham tambahan (greenshoe), maka Aramco meraih dana IPO US$ 29,4 miliar, terbesar di dunia dan mengalahkan IPO Alibaba pada September 2014 yang berhasil meraih US$ 25 miliar.

Alibaba telah lebih dulu melakukan IPO pada tahun 2014 di NYSE, AS, tepatnya pada 19 September. Kemudian melakukan secondary listing di Bursa Hong Kong pada 15 November 2019.

Sebelumnya IPO Alibaba mematahkan IPO terbesar di dunia yang dicetak Bank Pertanian China (Agricultural Bank of China) yang memperoleh US$ 22,1 miliar pada debut perdana di bursa saham Hong Kong.

Related Post